Oleh : Shauman Shaladin
Untuk membangun usaha yg baik dan berkelanjutan diperlukan usaha yang gigih dari pemiliknya. Kadang kita berfikir apa yang dilakukan mereka secara gigih. Apakah dengan memutar uang?, mereka bekerja gigih untuk membangun reputasi. Suatu citra positif yang menjadi kesan orang lain terhadap mereka. Reputasi merupakan perpaduan dari identitas pribadi dan citra diri. Identitas prbadi merupakan faktor internal yg bisa kita bentuk sementara citra merupakan faktor eksternal yg tidak bisa diintervensi. Citra merupakan respon terhadap nilai seseorang menurut pandangan orang lain.
Sebagai seorang karyawan, saya berkesempatan diikutkan seminar tentang pencitraan diri yang dibawakan oleh seorang pakar komunikasi. Dalam suatu session, beliau menyatakan bahwa hal yang penting dilakukan oleh seorang yg ingin sukses dalam berkarir atau berbisnis adalah berusaha dengan sebaik-baiknya agar orang lain memberikan nilai positif (great value) terhadapnya. Usaha ini dilakukan melalui proses pembentukan identitas diri melalui perilaku, visi dan ekpressi. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa pembentukan identitas melalui prilaku dilakukan dengan cara tindakannya konsisten, jujur, bertanggung jawab sementara melalui ekpressi meliputi penekanan terhadap tindakannya tersebut.
Pertanyaan yang mengelitik dilontarkan oleh beliau, mengapa kita melihat yang naik mercy or BMW atau jaguar dicitrakan sudah mapan atau sukses padahal boleh jadi pembelian tersebut melalui leasing ? kenapa pimpinan bank lebih senang bertemu dengan direktur atau presdir meskipun perusahaannya masih dalam tahap berkembang ? Jawabnya adalah citra yang melekat dari merk atau posisi tersebut.
Pak Tung , seorang pakar di bidang street markering pun menulis dalam bukunya yang menyentil perilaku kita yang terkadang kita terlalu pelit memberikan nama posisi untuk anak buah kita padahal tujuan dari posisi itu sendiri untuk memudahkan proses penjualan atau pemasaran. Demikian juga dengan pak Budi Rachmat (implementor rumus Kiyosaki), memanfaatkan unit usaha frenchise-nya untuk membangun reputasi. Membangun track record yang berguna untuk pengembangan bisnisnya.
Di dalam keseharian kita, sering kita temukan seseorang yang dengan mudahnya mendapatkan kepercayaan dari bank, mudahnya meniti karir, mudahnya dalam membangun bisnis, mudahnya membangun hubungan bisnis. Semua itu tidak terlepas dari citra yg diberikan orang lain terhadap dirinya. Media massa sering menurunkan profile seseorang yg bertujuan membangun citra positif orang tersebut. Kita pun selaku karyawan perlu untuk membangun identitas diri.. Tujuannya tidak lain adalah untuk membangun reputasi yang kelak berguna untuk promosi atau membangun bisnisnya atau berpindah kerja.
Membangun identitas diri
Setiap orang memiliki cara masing-masing dalam membangun identitas diri. Dulu ketika di masih di sekolah, pembangunan identitas diri salah satunya mengikuti berbagai ektra kurikuler, ikut aktif di OSIS. Atau jika kita pernah kuliah, ikut aktif di UKM dll. Secara tidak sadar, keikutasertaan kita di berbagai kegiatan tersebut ikut membentuk pribadi dan mental kita.
Identitas diri bisa dibentuk. Hal yang penting dalam membangun identitas diri adalah pahami tujuannya membangun identitas diri. Kemudian fokus untuk pengembangannya. Susun daftar hal apa yang diperlukan untuk membangun identitas tersebut. Kalo pusing, silahkan ke toko buku. Banyak buku-buku yang membahas mengenai kepribadian. Kalo perlu ikut seminar sehari.
Selamat membangun identitas dan TETAP SEMANGAT.
Leave a Reply