Serial # 65: Hubungan Pelanggan
Tibalah saatnya kita meninjau bagaimana kiat berhubungan dengan orang lain yang ingin kita jadikan pelanggan. Begitu banyak orang yang harus ditemui, sudah tentu pula akan begitu banyak jenis, tipe, watak dan temperamen manusia yang akan kita hadapi. Bisakah kita menyesuaikan diri dengan keaneka ragaman itu, tanpa terpancing kedalam suatu keadaan yang tidak menyenangkan ? Bisakah kita tetap merasa nyaman dan terseyum, walau orang yang kita hadapi tidak pernah membalas senyuman kita, bahkan cenderung sinis dan tidak ramah ?
Rata-rata salesman yang cukup berpengalaman mengetahui dan pernah mengalami berhadapan dengan prospek (calon pelanggan) atau customer (pelanggan) yang bersifat angkuh, sinis, pemarah, walau sebenarnya lebih banyak yang baik hati dan ramah, serta ada juga yang seakan acuh tak acuh. Kenyataannya, bagaimana pun beragamnya sifat-sifat manusia, transaksi tetap terjadi, bisnis tetap berjalan, roda ekonomi terus berputar. Tentu para penjual itu tetap sukses dalam pendekatan-pendekat
Agak sulit untuk menelusuri asal-usul mengapa seseorang sering berperilaku tidak lazim pada saat-saat tertentu. Suatu gejala yang tampaknya sama muncul pada satu orang, bisa disebabkan alasan yang berbeda pada orang lainnya. Si A berperangai pemberang, sering marah-marah, ternyata dikarenakan terkena penyakit tekanan darah tinggi. Dilain pihak si B juga sering marah, ketika diselidiki ternyata akibat pengaruh lingkungannya yang tidak sesuai dengan aspirasi yang bersangkutan. Si C uring-uringan, karena acapkali kena marah dari atasannya, dan melampiaskan kedongkolannya kepada orang-orang lain.
Keadaan tidak menyenangkan, sering timbul sebagai akibat dari perbedaan persepsi antara dua pihak atau lebih. Situasi semacam itu akan menjelma menjadi berbagai bentuk gejala, seperti kemarahan, kesinisan atau malah penghindaran. Guna mengatasi hal itu, perlu kesadaran, minimal dari salah satu pihak, untuk bisa menyesuaikan diri pada pihak lainnya. Dengan demikian dapat diharapkan terjadi saling pengertian, sehingga perbedaan persepsi bisa dinetralisir, dan situasi pun menjadi menyenangkan kembali.
Marah, sinis, protes atau menghindar hanyalah akibat, penyebabnya bisa bermacam-macam. Idealnya, suatu hubungan harus bisa dirintis secara baik dari awal, dan tidak ditunggu sampai timbul friksi, baru berusaha untuk memperbaikinya. Guna memungkinkan kita menyesuaikan diri dengan berbagai jenis pembawaan orang, kita perlu mengenali secara cermat tipe-tipe dasar kepribadian manusia, sifat-sifat serta kecenderungannya.
(..bersambung.
Leave a Reply