akuy on August 1st, 2008

Oleh: Muhammad Alidin

Kemarin malam seseorang bertanya kepada saya, kenapa ada orang yang tidak pernah patuh pada Tuhan bisa kaya raya, sebaliknya ada orang yang begitu patuh dan taat menjalankan perintah Tuhan hidupnya biasa-biasa saja, bahkan nampak menderita ?

Saya tidak tahu kenapa ia menanyakan hal itu, tapi inilah jawaban yang saya berikan;Menurut saya, Tuhan menciptakan dua hukum dalam hidup ini. Yang pertama saya sebut hukum positif dan yang satunya lagi hukum negatif. Hukum positif adalah hukum yang membawa hasil yang positif bagi manusia, dan hukum negatif membawa hasil negatif kepada manusia. Kedua hukum ini sudah diberikan Tuhan kepada manusia secara mutlak, terlepas apakah manusia itu patuh atau membangkang kepada Tuhan.

Contoh hukum positif : Siapa yang rajin dan tekun belajar, bekerja dan berusaha akan sukses (terserah apakah dia patuh atau tidak kepada Tuhan)

Contoh hukum negatif : Siapa yang meletakkan tangannya diatas api yang berkobar akan terbakar (terserah apakah dia patuh atau tidak kepada Tuhan)

Namun karena Tuhan berkuasa mutlak, bisa saja (sesekali) Tuhan membuat pengecualian atas kedua hukum itu sekehendakNya. Misalnya Nabi Ibrahim tidak terbakar sedikitpun walau diikat dan dibakar dalam api yang begitu besar. Atau ada yang sudah belajar, bekerja dan berusaha habis-habisan namun gagal dan gagal juga. Namun pengecualian ini hampir-hampir kecil sekali prosentasinya, jika tidak maka dunia ini akan penuh dengan kekacauan. Jadi yang cenderung terjadi adalah hukum positif menghasilkan hasil positif dan hukum negatif menghasilkan hasil negatif.

Dengan demikian, jika ada manusia yang tidak patuh kepada Tuhan, bahkan atheis, namun senantiasa tekun, ulet, disiplin dalam belajar, berusaha, dan bekerja maka tidak heran jika bisa sukses dan kaya raya. Sebaliknya orang patuh dan taat kepada Tuhan, namun malas, loyo, bodoh, ya tidak heran cenderung gagal dalam hidupnya.

Jika seorang manusia tersebut bukan hanya patuh dan taat pada Tuhan, tetapi juga tekun, ulet, disiplin, jujur dalam belajar dan berusaha dan bekerja, maka menurut hukum positif manusia ini pasti sukses dalam hidupnya, dan inilah yang cenderung terjadi. Jika ternyata tetap gagal, berarti Tuhan dengan kemutlakan kuasa dan kehendaknya melakukan pengecualian terhadap manusia ini. Kenapa Tuhan melakukan pengecualian ini, hanya Tuhan yang mutlak tahu alasannya. Namun secara imaniah, kita percaya hal itulah yang terbaik bagi manusia itu walaupun secara duniawi dan logika kita belum mampu memahaminya.

Contoh : Seorang pelajar SMA patuh dan taat kepada Tuhan, rajin dan disiplin dalam belajar, lulus SMA dengan nilai yang gemilang. Namun pada saat mengikuti ujian masuk perguruan tinggi idamannya, tidak lulus, sementara teman yang lain yang lebih “bodoh” dan “nakal” bisa diterima. Pernah dengar peristiwa calon mahasiswa baru yang meninggal dunia dalam acara opspek atau ingat kasus IPDN. Apa tidak mungkin Tuhan tidak meluluskannya dalam ujian perguruan tinggi tersebut karena Tuhan ingin menghindarkannya dari peristiwa tragis semacam itu, atau Tuhan ingin memberi jalan lain yang lebih baik padanya di Perguruan Tinggi lain ?

Contoh lain : Tsa’labah, yang ketika miskin begitu patuh dan taat kepada Tuhan, ngotot minta dido’akan menjadi kaya kepada Nabi Muhammad. 2 kali permintaan Tsa’labah ditolak Nabi, baru pada permintaan ketiga Nabi mendo’akanya dengan berat hati. Apa yang terjadi ? Ketika Tsa’labah dikaruniakan kekayaan, hidupnya akhirnya jauh dari Tuhan sampai-sampai Nabi mengatakan celaka Tsa’labah.

Jadi, tetaplah bermain di hukum positif. Patuh dan taat kepada Tuhan senantiasa, Disiplin, ulet dan Jujur senantiasa. Soal hasil ? serahkan saja padaNya. Gagal dimata kita belum tentu gagal dimata Tuhan. Sukses dimata kita belum tentu sukses menurut Tuhan.

Leave a Reply




Clicky Web Analytics